Secret Setting Sound Dari Eet Syahrani

18 12 2007

Eet Syahranie Untuk Setting sound eet mengaku banyak menggunakan kiat-kiat dari Gitaris ex DOKKEN (George Lynch/Lynch Mob) serta tidak ketinggalan sang maestro Eddie Van Halen, nah berikut adalah rahasianya sang gitaris yang gak bisa di anggap remeh untuk mencapai kepuasan dalamĀ  menciptakan gemuruh sound yang dashyat, lo mo coba.., ikutin aja tips-tips dari sang gitaris EDANE ini smoga aja dapat menambah ilmu buat lo smua.

PICK
Hal yang tidak boleh diabaikan oleh eet adalah penggunaan PICK. Untuk pilihan string yang berdimensi 0.09 eet menggunakan pick jenis heavy ( tebal dan keras ) sedangkan untuk senar 0.10 atau 0.11 ia akan menggunakan pick extra heavy ( super tebal dan super keras ) dan ia selalu menggunakan pick melalui ujung lancipnya karena suara yang dihasilkan akan terasa chunky, sedangkan bila menggunakan pick melalui sisi tumpul suaranya akan terasalebih tebal dan lembut. Selain itu kata eet pick tumpul lebih susah untuk speed tinggi. Tapi menurut dia juga semuanya tergantung kebiasaan buktinya Yngwie bisa pakai pick tumpul untuk speed tinggi.

TUNING
Kebanyakan gitar Eet sejak album pertama ( The Beast ) tuningnya diturunkan setengah nada dari nada Standar ( E menjadi Eb) bahkann pada album BORNEO, Eet menurunkan tuning gitarnya 1 nada ( E menjadi D ) dengan tuning seperti ini sound yang dihasilkan tentunya agak lebih ‘berat’ dan lebih metalik. Apalagi untuk ritem dan lead Eet selalu menggunakan pick-up “bridge” ( pick-up yang terdekat dengan bridge). Menurutnya sound yang dihasilkan lebih powerful dan berisi, dan eet saat ini menggunakan “Seymour Duncan- Screaming Demons” untuk pilihan pick-up bridgenya. Gitar yang sering dipakai untuk rekaman adalah Ibanez RG-750 dan untuk panggung Fender stratocaster Richie sambora series.
Tremolo RG-750 aslinya adalah “Low Pro Edge Tremolo” yang efek suaranya cenderung halus, karena itu eet mengganti tremolo aslinya dengan tremolo dari “Floyd Rose” yang menurutnya punya efek lebih garang tapi fungsi “Up” dari tremolo tersebut dimatikan dengan cara mengganjal dengan kayu dibawah pelat tremolonya karena fungsi up dari gitar tersebut lebih banyak dilakukan dengan jarinya (bending technique).

STRING
Tadinya eet biasa menggunakan string ukuran”0.09″ tetapi dengan tuning setengah nada sampai satu nada maka tensi atau ketegangan stringnya jadi terasa lembek, maka saat ini eet lebih suka menggunakan senar ukuran “0.11″. String ini yang juga dipakai oleh eddie van halen, kalau itu yang menjadi inspirasi eet tentunya eet akan menggunakan string dengan merek yang sama dengan string eddie van halen yaitu Ernie Ball String.





Ian Antono (Pelopor Gitaris Indonesia)

8 05 2007

Click for larger version Nama Asli : Jusuf Antono Djojo
Tempat/Tgl Lahir : Malang, 29 Oktober 1950
Gaya Permainan : Rock, Etnik Rock
Group Band Sebelumnya : Gong 2000, Sapta Nada, Bentoel, AKA
Group Band Sekarang : God Bless
Pengaruh musikal : Eric Clapton, The Shadows
Gitar Yang Digunakan : Gibson Les Paul Standar, Gibson SG Double Neck, Hamer, Kramer Tracer, Fender Stratocaster, Ibanez JEM 77, Washburn N-4, Gibson Les Paul Deluxe, Ovation Elite, Gibson Chat Atkins, Martin CMF, Martin EST 12 senar, dan Seagull
Ampli : Messa Boogie Strategy 400, Marshall JCM 900 1960, Trace Elliot AC-100, Messa Boogie Quad, Messa Boogie Tri Axis
Efek : Roland GP8. Harmonizer Eventid H-3000S

Pada awalnya ia merupakan seorang drummer, namun setelah mendengar musik-musik The Shadows ia mulai berminat menjadi gitaris. Ia pun akhirnya bergabung dengan band Abadi Soesman yang waktu itu namanya cukup diperhitungkan. Tahun 1970 ia hijrah ke Jakarta dan bergabung dengan band Bentoel yang menjadi pengiring bagi penyanyi Emilia Contesa dan Trio The King. Semakin lama ia semakin mendapat pengalaman dan memperluas pergaulan. Akhirnya tahun 1974 ia resmi menjadi gitaris God Bless dan merilis album-album seperti Huma Diatas Bukit (1975), Cermin (1980), Semut Hitam (1989). Nama Ian Antono mulai menarik perhatian karena pada saat itu atmosfer musik rock di Indonesia belum ada yang memulai. God Bless lah yang pertama kali mempelopori. Secara otomatis Ian juga menjadi gitaris pertama yang berkibar di jalur rock Indonesia. Setelah itu ia mundur dari God Bless dan bergabung dengan grup Gong 2000 dan merilis album-album seperti Bara Timur (1991), Laskar (1994), dan Prahara (1996).
Read the rest of this entry »





Baron (gitaris Baron band)

8 05 2007

BARON
“It’s Time To Metal…!!!!

Click for larger version Nama Lengkap: Aria Baron Suprayogi
Nama Panggilan : Baron
Tempat/Tgl Lahir : -
Gitar : Gibson Les Paul, Roland Guitar Synth Strat Model, Cort, Fender Stratocaster ‘66, Gibson Chet Atkins Model
Efek : Boss DD-3 Delay, Boss Chorus, dll.
Ampli : Hughes & Kettner, Marshall
Pengalaman Band : Gigi, /rif
Group Band Saat Ini: Baron Band
Pengaruh Musikal: Joe Satriani, Arch Enemy, Krakatau
Gaya Permainan : Pop, Hard Rock, Metal

Awalnya Baron pernah les piano klasik dan kemudian pindah ke gitar akustik di YMI saat berusia 12 tahun. Karena merasa tidak nyaman dengan kedisiplinan di sekolah musik, maka ia memutuskan keluar dan belajar gitar secara non-formal dari teman-temannya. Baron juga sempat mencoba belajar drum, namun merasa tidak berbakat untuk jenis instrumen ini maka ia kemudian kembali ke gitar.

Setelah itu ia mengikuti kursus gitar jazz. SMA kelas 1 ia sempat belajar dengan Donny Suhendra, Harry Roesli, dan Pra Budidharma. Hasil dari belajar ini sangat berhasil hingga ia terpilih menjadi gitaris terbaik “Live Yamaha Contest”. Read the rest of this entry »