Sepuluh Band Siap Bersaing di Asian Beat 2008

18 12 2007

Sebanyak sepuluh band dari berbagai daerah di Indonesia siap bertarung untuk menjadi yang terbaik dan berhak mewakili Indonesia ke ajang kompetisi Asian Beat 2008 di Taiwan, Maret mendatang.

“Sepuluh band itu adalah finalis yang lolos dari seleksi yang kami adakan sejak pertengahan tahun lalu,” kata Barlian, Kahumas Yamaha Musik Indonesia Distributor (YMID), dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Ia mengungkapkan, band-band finalis itu akan berkompetisi di ajang Grand Final Nasional Asian Beat 2008, di Nusa Indah Teater Balai Kartini, Jakarta, pada 15 Desember 2007, mulai pukul 19.00 WIB.

Para finalis adalah Detik Band dan Qoma Band dari Jakarta, Blue Tooth Band (Bandung), Mirror (Pekanbaru), Cleo Band (Batam), Kid`s Buster (Palembang), Hypno Band (Medan), M-One Band (Jateng-DIY), Exo Band (Surabaya), dan Long Island (Pontianak).

Penampilan mereka akan dinilai oleh lima musisi anggota dewan juri, di antaranya Andy /rif, Hentriesa, dan Beben.

Kendati hanya akan ada satu band yang bakal dikirim ke tingkat Asia di Taiwan, grand final tingkat nasional menyediakan hadiah untuk juara I dan runner up masing-masing Rp10 juta dan Rp5 juta.

Selain itu, juga ada penghargaan The Best Player untuk pemain gitar, bas, kibor, drum, dan vokalis terbaik. Mereka masing-masing akan meraih hadiah uang tunai Rp1 juta plus tropi.

Generasi Rock

Berbeda dari era 1980-an dan 1990-an, di mana band yang berkompetisi kebanyakan memainkan musik fusion dan perpaduan jazz dengan etnik (tradisional), sejak 2000 sampai sekarang kompetisi ini didominasi band beraliran rock.

“Mungkin eranya sekarang rock. Tetapi ini bukan soal, yang penting kompetisi ini tetap fokus pada kualitas musik para kontestan, sesuai dengan misi dan keinginan Yamaha Musik,” kata Barlian.

Andy /rif, yang hadir dalam jumpa pers, menyatakan tidak ada yang salah dengan musik rock untuk masuk dalam kompetisi ini. Ia juga mengaku, “Saya sendiri pernah ikut dua kali dan selalu gagal. Waktu itu masih zaman Kahitna (era fusion/jazz). Tapi sekarang saya jadi salah seorang musisi yang di-endorse Yamaha.”

Pengamat musik Bens Leo sebagai moderator juga mengungkapkan pengalamannya mengikuti Asian Beat sejak 2000. “Memang sudah berubah. Band dari negara-negara Asia lainnya seperti Hong Kong, Jepang, dan Singapura, mereka juga main rock,” katanya.

Barlian menambahkan, penilaian pada kompetisi band ini difokuskan pada unsur skill (teknik bermain musik), harmonisasi, orisinalitas lagu ciptaan sendiri, fashion (kostum dan aksi panggung), karakteristik musik, dan lagu.

Asian Beat merupakan penjelmaan dari Yamaha Light Music Contest, yang pertama kali diselenggarakan oleh YMID tahun 1982.

Mereka yang pernah berjaya di ajang tersebut adalah Squirrel Band dengan gitaris Dewa Bujana (sekarang Gigi), Indonesia 6, Krakatau, dan Kahitna, hingga jawara-jawara di era 2000-an, yakni Topenk and Mask, Topeng Band, Alas Roban, dan Rempeyek Band.

Belakangan nama YLMC berubah menjadi Band Explotion, kemudian Yamaha Music Quest, Band Alert, sampai akhirnya mulai 2001 hingga sekarang diberi nama Asian Beat.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: